PENGUMUMAN

Materi Peluncuran Pedoman Penghitungan dan Pelaporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Bidang Energi pada Sub Bidang Ketenagalistrikan dapat diunduh di sini: disini.

31 Juli 2018

Pakai LNG, PLN Hemat 70 Milyar per tahun

Dalam rangka mendukung program Pemerintah dalam pelaksanaan diversifikasi energi, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy Noorsaman Sommeng membuka acara Peresmian Fasilitas Penyimpanan dan Regasifikasi LNG di PLTG Sambera 2x20 MW Kalimantan Timur.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto, Komite BPH Migas Jugi Prajogio, Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN Machnizon, SVP Engineering Operation and Technology Development PT Pertamina Tanudji, Direktur Teknik dan Lingkungan Munir Ahmad dan Direktur Pembinaan Pengusahaan Hendra Iswahyudi.

Pemerintah telah mencanangkan program 35.000 MW yang diharapkan secara bertahap akan beroperasi untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik dan meningkatkan keandalan penyediaan tenaga listrik. Pemerintah terus berupaya mewujudkan listrik yang berkeadilan melalui peningkatan rasio elektrifikasi. Andy mengatakan bahwa "Semakin banyak PLTG dibangun, energi baru terbarukan akan berkembang dengan cepat dan tentunya harganya terjangkau oleh masyarakat."

PLTG Sambera (2x20MW) yang berlokasi di Jalan Poros Samarinda-Bontang di Kutai Kartanegara menggunakan regasifikasi Liquid Natural Gas (LNG) dengan moda transportasi trucking pertama kali di Indonesia semula direncanakan menggunakan bahan bakar gas yang dipasok oleh Pertamina EP namun karena kendala hulu Pertamina EP, sampai sebelum Juli lalu belum mendapatkan pasokan gas, sehingga untuk operasionalnya masih menggunakan bahan bakar minyak (HSD). Metode suplai LNG dengan sistem ini merupakan salah satu terobosan untuk meraih wilayah terpencil yang tidak terjangkau pipa. Dengan masuknya LNG, PLN dapat menghemat biaya energi primer sebesar 70 Milyar per tahun. Penggunaan LNG juga dapat menurunkan biaya pokok produksi pembangkit sebesar 38%.

PLN terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik Nusantara dengan menggunakan jenis pembangkit yang ramah lingkungan. Dan dengan LNG, performa pembangkit PLN akan semakin meningkat dan keandalan mesin terjamin. Selain itu, penggunaan LNG lebih ramah lingkungan karena akan mengurangi emisi gas buang, produksi limbah B3 dan pemakaian air tanah.

Saat ini, kondisi kelistrikan di Kalsel, Kalteng, dan Kaltim mengalami surplus pasokan listrik sebesar 487,4 MW dimana daya mampunya mencapai 1.537 MW dengan beban puncak di Sistem Kaltim sebesar 451,2 MW dan Sistem Kalselteng sebesar 598,4 MW. Adapun rasio elektrifikasi Kaltim mencapai 94,55% dan ditargetkan 100 persen pada 2021. (AT)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan