PENGUMUMAN

Materi Peluncuran Pedoman Penghitungan dan Pelaporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Bidang Energi pada Sub Bidang Ketenagalistrikan dapat diunduh di sini: disini.

26 Juli 2018

Wapres Kunjungi PLTA Poso

Wakil Presiden Jusuf Kalla, Rabu (25/7), meninjau proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso Peaker (Total Kapasitas 515 MW) di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Hadir mendampingi Wapres, Dirjen Ketenagalistrikan Andy N Sommeng, Dirjen EBTKE Rida Mulyana, dan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Saleh Abdurrahman.

PLTA Poso merupakan PLTA Independent Power Producers (IPP) yang dikembangkan oleh PT Poso Energy. Proyek ini merupakan gabungan dari PLTA Poso (3x65 MW) eksisting yang telah beroperasi sejak tahun 2012 dan PLTA Poso Extension tahap 1 (4x30 MW) dan PLTA Poso Extension tahap 2 (4x50 MW).

Ketiga pembangkit tersebut direncanakan akan dioperasikan sebagai pembangkit peaker dengan total kapasitas 515 MW. Pembangkit peaker ini akan dioperasikan selama waktu beban puncak yaitu pukul 17.00 s.d 22.00, dengan Exclusive Commited Energy sebesar 1.669 GWh per tahun.

Keseluruhan proyek ini ditargetkan selesai bertahap dan beroperasi komersial tahun 2021 dengan Harga jual sebesar 8,400 cUS$/kWh. Perkiraan investasi keseluruhan proyek PLTA Poso sebesar 820,1 juta US$ dengan masa kontrak 30 tahun melalui mekanisme Build, Own, Operate, Transfer (BOOT). Total tenaga kerja proyek ini berjumlah 1.087 orang dari dalam negeri.

Secara keseluruhan masuknya PLTA Poso dapat menurunkan BPP Pembangkitan Sistem Sulbagsel jika dibandingkan dengan pembangunan pembangkit peaker lainnya yang mempunyai biaya pembangkitan lebih tinggi. (p)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan