PENGUMUMAN

Mudik Bareng Guyub Rukun                       Kesiapan Sektor ESDM menjalani Ramadan dan Menghadapi Idul Fitri 1438H/2017 dapat diunduh disini.

RUPTL 2017-2026                                   Keputusan Menteri ESDM tentang Pengesahan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Tahun 2017-2026, dapat diakses disini.

12 Mei 2016

Tiga Cara Melistriki Daerah Timur Indonesia

Listrik merupakan pembuka jalan ke peradaban. Listrik memberikan cahaya, dan memberikan akses kepada pendidikan, kesehatan, ekonomi, teknologi, sampai pertahanan. Untuk itu pemerintah melalui Kementerian ESDM memiliki Program Indonesia Terang (PIT). Menurut Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman, PIT menjadi bagian dari target pemerintah menyediakan akses penerangan bagi masyarakat Indonesia yang membutuhkan pendekatan khusus, yaitu daerah-daerah terluar dan terisolasi. "Program Indonesia Terang adalah bagian dari terobosan kebijakan dan peningkatan kapasitas, program ini harus segera diselesaikan untuk memenuhi target rasio elektrifikasi Indonesia”, tegas Jarman saat diskusi di Kantor Staf Kepresidenan, Kamis (12/5)

 

Jarman dalam kesempatan itu menjelaskan tiga cara melistriki kawasan Indonesia timur yang direncanakan oleh pemerintah melalui PIT. Pertama, desa yang berdekatan dengan desa yang telah berlistrik akan dialiri melalui sambungan listrik oleh PT PLN. Melalui program listrik perdesaan dan listrik gratis untuk masyarakat tidak mampu, pemerintah dan PLN mengejar target rasio elektrifikasi 97% di tahun 2019. Kedua, untuk Desa yang Kepala Keluarga (KK) berdekatan, akan dibangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terpusat, sedangkan bagi desa yang Kknya berjauhan akan dibangun Solar Home System (SHS). Menurutnya Sasaran PIT dimulai untuk desa tempat PLN belum hadir, yakni desa-desa yang baik tidak memiliki listrik sama sekali atau hanya menggunakan sistem pembakaran bahan bakar fosil (misalnya genset).

 

Menurut Jarman, strategi yang dilakukan untuk PIT adalah inklusif, terjangkau, bertahap, serta transparan dan akuntabel. Inklusif berarti semua pihak terkait akan dilibatkan aktif dalam perencanaan, pelaksanaan serta pemantauan. Terjangkau berarti harga langganan listrik EBT tidak melampaui kemampuan daya beli masyarakat. Bertahap artinya dimulai dari desa-desa tertinggal di pelosok Indonesia Timur dan secara bertahap menuju ke Barat Indonesia. Sedangkan transparan dan akuntabel berarti program ini diaudit dan dievaluasi dampak program tersebut oleh pihak ketiga yang terpercaya.

 

Menurut  Pembina Gabungan Pengusaha Industri Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Fransiscus Welirang, ketersediaan listrik adalah komponen penting dalam perkembangan usaha makanan dan minuman di Indonesia. Apalagi, menurutnya industri makanan dan minuman menyumbang 31 persen dalam perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB). Listrik menjadi penting karena lebih dari 90 persen industri makanan dan minuman didominasi dengan industri dalam skala kecil dan menengah. Menurutnya peningkatan ketersediaan pembangkit listrik berbagai daerah dilihat dapat memicu kemunculan dan perkembangan industri lokal serta menjadikan Indonesia sebagai sasaran investasi yang baik. (PSJ)

Pelayanan Ditjen Gatrik

 

Website Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan by Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan